coronatalk.org, Palangka Raya : Setelah merayakan Hari Raya Idul fitri, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah pencegahan, guna menghindari gangguan kesehatan yang sering muncul akibat perubahan pola makan dan aktivitas selama perayaan. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, santan, dan gula serta kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti gangguan pencernaan, hipertensi, dan diabetes.
Menurut direktur rumah sakit umum daerah kota Palangka Raya, dr. Abram Sidi Winasis, semakin banyak penyakit yang dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan secara berlebihan selama lebaran, seperti sakit kepala, kolestrol dan gula darah, hipertensi, diare, radang tenggorokan, hingga kenaikan berat badan. Oleh sebab itu, untuk mencegah masalah kesehatan ia menghimbau masyarakat untuk mulai mengatur kembali pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan berminyak dan bersantan, serta meningkatkan asupan serat dari buah dan sayuran. Selain itu, penting untuk tetap menjaga hidrasi dengan mengonsumsi air putih yang cukup dan menghindari minuman manis berlebihan.
“Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit pasca lebaran ini di antaranya adalah mengkonsumsi makanan dengan porsi yang wajar sesuai kebutuhan, hindari makanan berlemak, minum air putih yang cukup, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, makan makanan yang mengandung serat, tetap kontrol kondisi tubuh gula darah dan kolestrol. Segera lakukan pemeriksaan terdekat apabila mengalami gejala penyakit,” ujarnya, Selasa (1/4/2025).
Selain pola makan, aktivitas fisik juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan pasca-Lebaran. Melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, senam, atau bersepeda juga bisa membantu tubuh kembali bugar setelah masa liburan yang cenderung pasif.
Salah seorang warga bernama Nadya mengaku ia sudah mulai menerapkan langkah pencegahan ini. Ia kini lebih memilih untuk mulai mengonsumsi makanan yang direbus atau dibakar, serta mengatur pola tidur yang cukup setelah jam tidur yang kurang teratur selama bulan Ramadan.
“Saya lebih fokus mengatur pola tidur. Selama Ramadan kan sering tidur larut dan bangun dini hari buat sahur. Sekarang saya berusaha tidur lebih awal supaya badan lebih segar pas kerja. Dan juga saya mulai mengurangi gorengan dan makanan manis. Soalnya, kemarin kebanyakan makan kue kering, jadi sekarang lebih pilih makanan rebusan atau bakaran saja,” ujarnya
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencegahan, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan setelah Lebaran. Langkah-langkah sederhana seperti mengatur pola makan, berolahraga, dan istirahat cukup dapat membantu menghindari berbagai gangguan kesehatan serta memastikan tubuh tetap bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.(Pornama Desi)
Leave a Reply